Melihat Lebih Jauh Dunia Teknologi

Melihat Lebih Jauh Dunia Teknologi

Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika

Dalam pembahasan kali ini aku akan membaginya menjadi tiga bab yaitu momentum, impuls, dan tumbuhkan. Setiap bab berisi wacana pengertian, rumus dan pola soal. Adapun klarifikasi mengenai pengertian momentum, pengertian impuls, pengertian tumbukan, rumus momentum, rumus impuls, rumus tumbukan, pola soal momentum, pola soal impuls, dan pola soal tumbukan yaitu sebagai berikut:

Momentum

Pengertian momentum ialah perkalian antara kecepatan suatu benda dengan massa bendanya. Momentum termasuk pada besaran turunan dari waktu, massa dan panjang. Adapula yang menyampaikan momentum sebagai besaran turunan yang tercipta dari benda bergerak yang mempunyai massa. Momentum dalam Fisika mempunyai lambang abjad "P". Adapun rumus momentumnya yaitu:

Keterangan :
P = Momentum (kg m/s)
m = Massa Benda (kg)
V = Kecepatan Benda (m/s)

Berdasarkan rumus momentum di atas, kita sanggup menyimpulkan bahwa sebuah benda akan mempunyai momentum yang semakin besar apabila semakin besar pula kecepatan dan massa bendanya. Jika besar kecepaan dan massanya kecil maka momentumnya akan bernilai kecil juga. Momentum dalam Fisika tersebut mengenal adanya aturan kekekalan momentum. Adapun suara aturan kekekalan momentumnya yaitu:

"Besar Momentum akan selalu sama, baik sebelum tumbukan maupun sehabis tumbukan."

 Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Ilustrasi Hukum Kekekalan Momentum
Contohnya dua benda yang mempunyai kecepatan dan massa masing masing saling bertumbukan. Kemudian setelah melaksanakan tumbukan, kedua benda tadi mempunyai besar kecepatan yang tidak sama. Selain rumus momentum, adapula rumus aturan kekekalan momentum yaitu sebagai berikut:
 Dalam pelajaran Fisika terdapat materi mengenai momentum Rumus Momentum, Impuls dan Tumbukan Dalam Fisika
Rumus Hukum Kekekalan Momentum
Selain rumus momentum dan rumus aturan kekekalan momentum di atas. Saya akan membagikan pola soal terkait rumus tersebut semoga anda lebih memahami wacana momentum. Berikut pola soal momentumnya:

Contoh Soal Momentum
Berapakah besar momentum benda bila kecepatannya 36 km/jam dan berat bendanya 80 kg?

Pembahasan
Diketahui : V = 36 km/jam = 36.000 m/3.600 s = 10 m/s; m = 80 kg
Ditanyakan : P = ?
Jawab :
P = m x V
= 80 x 10
= 800 kg m/s
Makara besar momentum pada benda tersebut ialah 800 kg m/s.

Impuls

Pengertian impuls ialah gaya yang bekerja pada sebuah benda dengan waktu tertentu. Contohnya suatu bola ditendang dengan gaya tertentu. Gaya tersebut akan bekerja pada bola dalam waktu yang singkat. Impuls sanggup diartikan sebagai hasil kali antara gaya (F) dengan waktu (t) tertentu. Materi Fisika ini mempunyai rumus menyerupai halnya rumus momentum di atas. Adapun rumus impuls yaitu sebagai berikut:

Keterangan :
I = Impuls (Nt)
F = Gaya (N)
t = Waktu (s)

Selanjutnya aku akan membagikan pola soal terkait rumus impuls menyerupai halnya pada rumus momentum. Adapun pola soal impulsnya yaitu sebagai berikut:

Contoh Soal Impuls
Joni melaksanakan tendangan di area pinalti lawan. Jika kaki dan bola bersentuhan dalam waktu 0,10 sekon dan besar gaya tendangannya 250 N. Berapakah besar impulsnya?

Pembahasan
Diketahui : Δt = 0,10 s; F = 250 N
Ditanyakan : I = ?
Jawab :
I = F x Δt
= 250 x 0,10
= 25 Nt

Hubungan Momentum dan Impuls
Rumus momentum dan rumus impuls sanggup dikaitkan satu sama lain. Hubungan antara momentum dan impuls tersebut sanggup dibuktikan memakai rumus aturan Newton. Dalam aturan ini terdapat pernyataan yakni sebuah benda yang mempunyai gaya sebanding dengan hasil kali antara massa dengan percepatan. Jika dinyatakan dalam bentuk rumus matematis akan menjadi menyerupai di bawah ini:

Kemudian masukkan rumus aturan newton di atas ke dalam rumus impuls. Maka hasilnya akan menjadi rumus momentum. Berikut pembuktiannya yaitu:

"Impuls yang bekerja pada sebuah benda mempunyai besar yang sama dengan benda yang mengalami perubahan momentum."


Tumbukan

Selain rumus momentum dan rumus impuls di atas. Selanjutya aku akan menjelaskan wacana rumus tumbukan. Pengertian tumbukan ialah insiden kedua benda yang bergerak dan saling bertemu. Kejadian tumbukan tersebut berkaitan dengan aturan kekekalan momentum, namun belum tentu berkaitan dengan aturan kekekalan energi kinetik. Kemungkinan pada ketika terjadi tumbukan, energi kinetiknya bermetamorfosis energi panas. Tumbukan dalam Fisika tersebut sanggup dibagi menjadi beberapa jenis. Adapun jenis jenis tumbukan Fisika yaitu sebagai berikut:

Jenis tumbukan dalam Fisika yang pertama ialah tumbukan lenting sempurna. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan tepat bila ketika terjadi tumbukan, keduanya tidak kehilangan energi kinetiknya. Sebelum dan sehabis tumbukan akan menciptakan besar energi kinetiknya sama menyerupai halnya pada sistem rumus momentum. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan lenting tepat akan menjadi menyerupai berikut:

Tumbukan Lenting Sebagian
Jenis tumbukan selanjutnya ialah tumbukan lenting sebagian. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan sebagian bila setelah tumbukan, terdapat benda yang sebagian kehilangan energi kinetiknya. Masing masing benda akan terlihat kecepatannya sehabis dan sebelum tumbukan memakai rumus menyerupai rumus momentum. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan lenting sebagian akan menjadi menyerupai berikut:

Dalam persamaan di atas, e merupakan koefisien restitusi yang bergerak dengan nilai sekitar 0 - 1. Kita sanggup menjumpai tumbukan lenting sebagian dalam insiden memantulnya bola bekel secara berulang hingga pada alhasil berhenti. Nilai e tersebut mempengaruhi besar tinggi pantulan yang lebih rendah dibandingkan tinggi awal. Apabila dinyatakan dalam bentuk persamaan akan menjadi rumus tinggi pantulan n tumbukan yaitu:

Saya akan membagikan pola soal tumbukan lenting sebagian terkait rumus di atas menyerupai halnya pada pola soal rumus momentum. Adapun pola soal terkait rumus tumbukan lenting sebagian yaitu sebagai berikut:

Contoh Soal Tumbukan
Bola bekel dijatuhkan dalam ketinggian 2 meter. Kemudian bola tersebut memantul secara berulang kali. Jika besar koefisien restitusinya 0,5. Berapakah tinggi bola bekel setelah memantul yang ke 4?

Pembahasan
Diketahui : ho = 2 m; e = 0,5; n = 4
Ditanyakan : h4 = ?
Jawab :
hn = ho.e²ⁿ
h4 = 2 x 0,5⁸
h4 = 0,0078 m
Makara tinggi bola bekel setelah memantul yang ke 4 ialah 0,0078 meter.

Tumbukan Tidak Lenting Sama Sekali
Jenis tumbukan selanjutnya ialah tumbukan tidak lenting sama sekali. Jenis tumbukan ini sanggup terjadi pada dua benda dengan tidak sama sekali bila kedua benda saling menyatu dan mempunyai besar kecepatan yang sama. Maka dari itu besar momentum sehabis dan sebelum tumbukan mempunyai nilai yang sama menyerupai pada rumus momentumnya. Apabila dibuat persamaan maka rumus tumbukan tidak lenting sama sekali akan menjadi menyerupai berikut:

Sekian klarifikasi mengenai rumus momentum, rumus impuls, dan rumus tumbukan dalam fisika. Saya juga menyertakan klarifikasi wacana pengertian momentum, pengertian impuls, pengertian tumbukan, pola soal momentum, pola soal impuls, dan pola soal tumbukan Fisika. Semoga artikel ini sanggup bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *